Bacanya bukan dengan spell seperti yuck ya…
Ini anak kucing yang lahir di tengah Toz yang tampan dan Aaraz yang lincah. Namanya pun tentu saja penuh makna dan doa. Rahayu. Kita sebenernya panggil dia Rara, tapi berhubung dia pernah mondok selama 4 hari di klinik karena sudah terinfeksi panleukopenia (syukurlah dia bisa bertahan), oleh staf klinik dia dipanggil “Yayuk” dan celakanya dia lebih terbiasa dengan panggilan itu. Ck ck ck….akhirnya jadilah kita panggil dia Ayux, atau Yux, singkatnya.
Yux punya sifat yang agak kalem dibanding saudara2nya yang lain. Tapi jangan salah, kalau soal pesona, dia nomor satu. Aura kecantikannya tumbuh sedemikian rupa sehingga walaupun masih bocah (4 bulan umurnya), dia sudah bisa menarik cowok-cowok tetangga (sebut saja namanya Oom Gembul dan Eveready) untuk mendekat, atau ‘ngapel’ lah istilahnya. Bukan main, tiap malam rumah jadi ribut karena perang cowok2 itu memperebutkan hati Yux. Yux memang cantik, body-nya montok, pandangan matanya mesra, pokoknya betina kualitas A. Gak heran, menurut laporan pembantu rumah, Toz pun pernah mencoba berbuat tidak senonoh pada Yux. Owalah…
Kalau bulan depan adalah jadwal Yux untuk vaksin rabies, sepertinya harus dipertimbangkan juga untuk suntik KB atau steril. Mengingat serbuan cowok-cowok gak jelas, termasuk juga Toz, secepatnya Aaraz dan Yux harus dicegah melahirkan anak2 kucing yang tak mungkin kami pelihara, mengingat kami masih numpang di rumah mertua.
Tentu saja doa kami untuk kalian bertiga, semoga tumbuh jadi kucing2 yang sehat, lincah, dan bersemangat
This is my “first boy” cat.
Aaraz.