Feeds:
Tulisan
Komentar

Yux

Bacanya bukan dengan spell seperti yuck ya…

Ini anak kucing yang lahir di tengah Toz yang tampan dan Aaraz yang lincah. Namanya pun tentu saja penuh makna dan doa. Rahayu. Kita sebenernya panggil dia Rara, tapi berhubung dia pernah mondok selama 4 hari di klinik karena sudah terinfeksi panleukopenia (syukurlah dia bisa bertahan), oleh staf klinik dia dipanggil “Yayuk” dan celakanya dia lebih terbiasa dengan panggilan itu. Ck ck ck….akhirnya jadilah kita panggil dia Ayux, atau Yux, singkatnya.

Yux punya sifat yang agak kalem dibanding saudara2nya yang lain. Tapi jangan salah, kalau soal pesona, dia nomor satu. Aura kecantikannya tumbuh sedemikian rupa sehingga walaupun masih bocah (4 bulan umurnya), dia sudah bisa menarik cowok-cowok tetangga (sebut saja namanya Oom Gembul dan Eveready) untuk mendekat, atau ‘ngapel’ lah istilahnya. Bukan main, tiap malam rumah jadi ribut karena perang cowok2 itu memperebutkan hati Yux. Yux memang cantik, body-nya montok, pandangan matanya mesra, pokoknya betina kualitas A. Gak heran, menurut laporan pembantu rumah, Toz pun pernah mencoba berbuat tidak senonoh pada Yux. Owalah…

Kalau bulan depan adalah jadwal Yux untuk vaksin rabies, sepertinya harus dipertimbangkan juga untuk suntik KB atau steril. Mengingat serbuan cowok-cowok gak jelas, termasuk juga Toz, secepatnya Aaraz dan Yux harus dicegah melahirkan anak2 kucing yang tak mungkin kami pelihara, mengingat kami masih numpang di rumah mertua.

Tentu saja doa kami untuk kalian bertiga, semoga tumbuh jadi kucing2 yang sehat, lincah, dan bersemangat :)

Toz

TozThis is my “first boy” cat.

Atau last boy, so far :D Karena dia satu2nya kucing tertampan di rumah ini. Iyalah, yang cowok  cuma dia :P

Toz berbulu orange mulus, dengan sedikit motif loreng di kakinya. Ada sedikit semburat warna putih di bagian dada dan perutnya. Kalau manusia mungkin semacam efek macho :D

Sejak lahir Toz sudah menebar sensasi. Dia dilahirkan seperti berlian, “the jewels”, begitu aku sebut mereka, karena saking cantiknya warna bulu mereka.  Orange mulus, dengan mata warna biru cemerlang. Guanteng! Toz juga gemuk dan berbadan paling besar di antara yang lain. Mungkin dia anak pertama yang lahir. Dan seperti semua saudaranya, nama yang aku dan suamiku berikan sarat dengan doa. Santoso, itu nama lengkapnya. Supaya dia bertahan hidup di tengah musim hujan pertama yang mereka alami begitu lahir. Toz, begitu kami panggil dia.

Toz tumbuh menjadi kucing yang seolah-olah tahu bahwa dirinya sangat tampan dan mempesona. Agak pendiam dibanding saudaranya, Aaraz, tapi justru itu yang menjadi daya tariknya. Seolah-olah bisa mendapatkan perhatian Toz adalah sebuah perjuangan tersendiri. Toz juga tampaknya tahu benar bagaimana memikat hati perempuan. Ya, perempuan, bukan betina. Waktu kami berkunjung ke Klinik Hewan Satwakita di Jl. Godean Yogyakarta, Toz langsung mencuri hati sang dokter hewan, drh. Novi, yang langsung menggendongnya, dan Toz tahu benar, dimana tempat yang tepat untuk meletakkan tangannya, dan tahu tempat yang tepat untuk bersandar. Alamak, Toz….untung saja drh. Novi tidak menuduh suamiku yang mengajari Toz berbuat demikian:p

*Intermezzo, Aaraz sedang mempermainkan mouse, i mean, mouse komputer, bukan tikus binatang, padahal aku lagi ngetik blog ini*

…………..setelah berhasil menyingkirkan Aaraz untuk sementara…….

Kita lanjutkan ya, tentang Toz. Toz ini dulunya punya saudara yang mirip sekali warna dan bentuknya, sampai seperti kembar. Kami beri nama : Slamz, nama lengkapnya adalah Slamet. Tapi sayang, walaupun namanya Slamet, dia tidak bertahan menghadapi ganasnya serangan wabah panleukopenia (lebih dikenal dengan cat distemper). Hanya dalam 3 hari, bisa berakibat fatal bagi kucing yang terkena. Tapi sebetulnya kalau sudah divaksin, kemungkinan bertahan menjadi besar. Sayangnya anak2 kucing kami belum waktunya untuk divaksin waktu wabah ini menyerang, jadi kami hanya bisa menatap sedih makhluk-makhluk kecil yang tidak bisa bertahan. Rest In Peace, dear littles….

Toz sering sekali didapati menjilati badan saudari-saudarinya. Tampaknya sebagai sulung, dia sangat ‘ngemong’, tidak banyak menuntut perhatian dari mamanya terutama saat mulai masa sapih, berlawanan dengan Aaraz yang sering sekali mencuri-curi kesempatan untuk masih menyusu ibunya, padahal gigi-giginya sudah besar dan tajam….

Semoga Toz juga sehat, lincah, dan sesuai dengan namanya : santoso, seperti doa kami untuknya. Bulan depan Toz harus vaksin rabies juga. Sehat terus ya Toz…

Aaraz

AarazAaraz.

Keren gak namanya? :)

Itu nama kucingku yang kira-kira adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kira-kira aja, soalnya waktu mama-nya melahirkan, aku nggak ikut mbantuin;)

Nama lengkapnya sebenarnya berbau lokal dan sarat dengan doa : Waras. Mendoakan dia yang lahir di tengah wabah panleukopenia yang melanda rumah (mertua)ku, yang dengan sukses merenggut nyawa tujuh kucingku. Seiring berjalannya waktu, dia benar-benar tumbuh dengan sehat, lincah, gesit, nakal, penuh ingin tahu, dan singkat cerita, dia benar-benar WARAS. Juga termasuk saat aku mengerjakan tulisan ini, dia dengan penuh percaya diri mengambil tempat di pangkuanku, menatap tajam-tajam layar laptop milik suamiku, lalu dengan sengaja (aku yakin banget dia sengaja) memencet keyboard laptop dengan paw kanannya.Paw kirinyamenyusul. “Oh, no, no, no…” begitu kataku sambil menyingkirkannya lembut dan tak lupa mengecup kening nonongnya (dia kelihatan nonong soalnya jarak bulu putih di wajahnya dengan belang warna hitam dan orange di kepalanya terlalu jauh, kalo belangnya ibarat mulainya garis rambut kayak manusia, kan jadi nonong keliatannya :p). Setelah beberapa kali percobaan mengganggu keasyikanku, plus mencoba memangsa tissue bekas kupakai, akhirnya Aaraz kecapaian, lalu menempelkan tubuhnya di samping kakiku, dan tidur. Well, well. Good girl.

Ow yeah, lupa bilang : Aaraz itu cewek. Kucing ras lokal dengan warna dasar putih dan belang warna hitam dan orange. Jadwal terdekat Aaraz ke dokter hewan adalah bulan depan, untuk vaksin rabies. Tapi kayaknya itu nggak terlalu urgent soalnya Jogja nggak ada endemik rabies.

Good night Aaraz, have a nice sleep :*

Haiiiii….

Good evening, mas Di (i called it evening, padahal udah jam 11.49 pm menurut jam di lappy :p

Hanya karena spesial buat kamu khusus di hari ini, jadi aku nggak mau cepet2 mengakhiri hari. Takut hal yang menyenangkan hari ini terlupakan, dan takut esok hari akan terganti hal yang menyeramkan. Takuuuuuuutttttt :D